PLC Zelio Smart Relay


Smart relay merupakan sebuah perangkat kendali otomatis berbasis logika yang berukuran relatif kecil dan di desain dari mikrokontroler sebagai pengganti dari sistem kendali konvensional dan kontaktor konvensional serta dapat diprogram untuk menjalankan proses sekuensial tertentu. Smart relay juga sering disebut sebagai mini PLC atau mikro PLC karena secara fungsional smart relay hampir sama dengan kendali PLC, hanya saja fitur-fitur yang dimiliki oleh kendali smart relay lebih sederhana. Selain itu, meskipun ukuran smart relay relatif kecil tetapi memiliki kemampuan kendali yang tinggi.

PLC Zelio Smart Relay

    Smart relay menjadi alternatif yang tepat jika digunakan untuk program yang sederhana. Hal ini dikarenakan kendali pada smart relay juga dapat digunakan untuk menjalankan instruksi logika, timer, counter dan RTC (Real Time Clock). Harga smart relay bervariasi dan relatif lebih murah dibandingkan dengan PLC, tergantung dari merek dan tipenya. Merek dari smart relay sendiri sudah bermacam-macam sama halnya dengan PLC. Beberapa merek smart relay tersebut yaitu Zelio smart relay untuk smart relay keluaran dari Schneider Electric, Zen smart relay untuk smart relay keluaran dari Omron, IDEC smart relay dan masih banyak lagi.

    Merek smart relay yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah smart relay merek Zelio. Smart relay merek Zelio ini paling banyak digunakan karena dari segi harganya yang relatif terjangkau juga mudah didapatkan di pasaran, selain itu smart relay Zelio juga tersedia dalam banyak tipe sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Smart relay Zelio tersedia dalam dua model yaitu model compact dan model modular. Untuk model modular dapat ditambahkan module extension, sehingga dapat ditambahkan input/output tambahan. Perlu diketahui juga untuk smart relay Zelio model modular, meskipun dapat ditambahkan module extension namun tetap saja untuk jumlah input/output yang dapat ditambahkan tetap terbatas, yaitu hanya bisa ditambahkan sampai 40 input/output.

Module Extension

Smart relay diciptakan tentu memiliki tujuan tertentu yang pastinya memudahkan seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Tujuan tersebut antara lain :

1. Smart relay digunakan untuk menggantikan logika dan pengerjaan sirkuit kontrol relay yang merupakan instalasi langsung.

2. Jika menggunakan smart relay, rangkaian kontrol cukup dibuat secara software dan modulnya dapat ditransfer langsung ke smart relaynya.

3. Smart relay dirancang untuk instalasi dan perawatan oleh teknisi electrical industri yang tidak harus mempunyai skill yang tinggi dalam bidang pemrograman.

Kelebihan Smart Relay

1. Mudah diterapkan di berbagai proyek instalasi dan hemat waktu.

    Smart relay dapat dengan mudah beradaptasi di berbagai kondisi dan untuk penggunaannya sangat mudah, dapat diaplikasikan di berbagai proyek yang ingin diterapkan.

2. Lebih ekonomis untuk aplikasi yang sederhana.

    Smart relay lebih tepat digunakan di lingkungan sederhana dibandingkan dengan PLC, contohnya yaitu pabrik membutuhkan sebuah mesin yang dapat membawa barang yang sudah di produksi ke store untuk packing, mesin yang cocok yaitu mesin conveyor. Mesin conveyor tidak perlu sebuah program yang banyak untuk mengontrolnya. Harga yang ekonomis dan cukup sederhana menjadikan smart relay lebih bagus digunakan dibandingkan PLC yang memiliki harga cukup mahal.

3. Mudah untuk dimodifikasi atau mudah dalam membuat variasi dengan sofware.

    Penggunaan smart relay lebih mudah dimodifikasi. Contohnya pada saat sebuah mesin yang sedang mengalami pembaruan dan banyak hal yang perlu di ganti dalam sistem pengontrolnya sedangkan mesin tersebut menggunakan pengontrol smart selay, hal ini menjadi nilai plus dimana Smart Relay bisa dengan mudah untuk di rubah dalam pemrogramannya dan menyesuaikan mesin yang sedang mengalami pembaruan.

4. Bersifat fleksibel dan ringkas.

    Bentuk program dalam smart relay memiliki fleksibilitas, dimana untuk merancang suatu program yang ditawarkan lebih fleksibel. Smart relay memiliki bentuk yang lebih kecil daripada PLC dan untuk penempatannya tidak terlalu memakan banyak ruang.

5. Waktu yang diperlukan untuk training lebih singkat dibandingkan PLC.

    Waktu untuk mempelajari dasar-dasar sebuah PLC membutuhkan proses yang lama dibandingkan dengan mempelajari smart relay.

6. Memiliki 2 buah gaya pemrograman.

    Smart relay memiliki dua jenis gaya pemrograman, yaitu Pemrograman Ladder dan Pemrograman FBD (Function Block Diagram). Gaya pemrograman yang cukup umum digunakan yaitu penggunaan ladder diagram. Sedangkan untuk pemrograman FBD merupakan gaya pemrograman yang menggunakan simbol dari gerbang logika. Jadi, kedua gaya pemrograman tersebut memiliki satu tujuan yang sama dengan gaya pemrogramannya yang berbeda.

Arsitektur Zelio Smart Relay

Arsitektur Zelio

Secara garis besar arsitektur dari smart relay Zelio terdiri dari dua elemen utama, yaitu:

• Elemen input dan output terdiri dari sejumlah port untuk masukan dan keluaran dari smart relay Zelio. Elemen input berfungsi untuk membaca data masukan agar dapat diproses oleh CPU. Sedangkan elemen output berfungsi untuk menerjemahkan data dari CPU agar data tersebut dapat menjalankan perangkat outputan.

• CPU (Central Processing Unit) terdiri dari prosesor, memori dan juga power supply. CPU ini berfungsi untuk menyimpan program kemudian mengeksekusinya dengan data masukan sehingga menghasilkan data output.

Fungsi dan Bagian-bagian Zelio Smart Relay

    Zelio smart relay memiliki 2 tipe output, yaitu tipe static output yang disupply dengan DC voltage dan tipe relay output yang outputnya dapat disupply dengan AC atau DC voltage.

Fungsi Smart Relay Zelio

Fungsi dari setiap bagian smart relay Zelio adalah sebagai berikut:

1. Lubang terminal power supply yang berfungsi sebagai tempat untuk memberikan sumber tegangan pada smart relay zelio.

2. Lubang terminal input diskrit yang berfungsi sebagai terminal inputan diskrit atau inputan digital On/Off.

3. Lubang terminal input analog yang berfungsi sebagai terminal inputan berupa tegangan analog 0-10VDC.

4. Nomor tipe smart relay untuk menunjukkan tipe smart relay yang digunakan.

5. LCD display berfungsi ketika ingin memprogram smart relay secara langsung tanpa menggunakan laptop atau PC dan tanpa menunjukkan apakah smart masih berfungsi atau tidak.

6. Lubang memori cartridge atau port untuk koneksi antarmuka smart relay Zelio dengan PC atau laptop.

7. Tombol navigasi kiri untuk mengarahkan kursor ke kiri.

8. Tombol navigasi bawah untuk mengarahkan kursor ke bawah.

9. Tombol navigasi atas untuk mengarahkan kursor ke atas.

10. Tombol navigasi kanan untuk mengarahkan kursor ke kanan.

11. Tombol menu/ok untuk menampilkan dan memilih menu, submenu, program ataupun parameter pada program.

12. Tombol shift untuk menampilkan menu kontekstual yang akan muncul pada LCD di atas tombol navigasi, serta merubah fungsi tombol navigasi menjadi fungsi dari masing-masing menu tersebut.

13. Lubang terminal output yang berfungsi sebagai lubang terminal untuk outputan dari smart relay zelio.  

Prinsip Kerja Zelio Smart Relay

Prinsip kerja dari smart relay Zelio terdiri dari tiga tahapan, yaitu:

• Read digunakan untuk membaca data dari perangkat masukan yang terkoneksi dengan input smart relay.

• Execute digunakan untuk mengeksekusi instruksi atau program yang tersimpan pada memori.

• Write digunakan untuk menuliskan atau mengeluarkan output dari hasil input yang telah dieksekusi dengan program yang telah dibuat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar