Smart City


Smart City adalah suatu konsep pengembangan sebuah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari dengan tujuan untuk mewujudkan efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, serta meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan warganya. Mampu menerapkan dan mengimplementasikan teknologi secara inovatif, efektif dan efisien dengan cara menghubungkan infrastruktur fisik, ekonomi dan sosial dalam sebuah kawasan sehingga mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. 

Smart City

    Smart city didukung oleh kombinasi dari segala aktivitas, kajian, penemuan, serta kesadaran dari masyarakat kota tersebut. Smart city diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pemerintahan, kehidupan sosial masyarakat, transportasi, kualitas hidup, persaingan yang sehat di segala bidang dengan cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Indikator Smart City

a. Smart Economy

    Ekonomi merupakan salah satu pilar penopang daerah, kota atau negara. Pengelolaan ekonomi suatu daerah perlu dikembangkan menjadi lebih baik dan terkomputerisasi. Implementasi dan penilaian smart city pada bagian smart economy meliputi dua hal, yakni proses inovasi atau innovation dan kemampuan daya saing atau competitives. Kedua hal tersebut berguna untuk mencapai peningkatan ekonomi bangsa yang lebih baik, sebab inovasi dan kemampuan daya saing merupakan modal utama untuk kemajuan bangsa serta peningkatan pembangunan sumber daya. Arah pembangunan sumber daya di suatu wilayah diwujudkan melalui peningkatan akses, pemerataan, relevansi, mutu layanan sosial dasar, peningkatan kualitas, daya saing tenaga kerja, pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk serta peningkatan partisipasi masyarakat.

b. Smart People

    Pembangunan senantiasa membutuhkan modal, baik modal sosial, modal ekonomi maupun modal manusia. Pada bagian ini terdapat kriteria proses kreativitas pada diri manusia dan modal sosial. Kriteria penilaian tersebut sebagai berikut :

1. Adanya jenjang pendidikan formal dalam bentuk sekolah dan perguruan tinggi yang merata kepada masyarakat dan berbasiskan IT seperti penerapan e-learning, pemanfaatan sistem informasi sekolah atau perguruan tinggi, pembelajaran dengan sarana komputer, dan penyediaan akses internet untuk sumber informasi atau bahan pembelajaran.

2. Adanya komunitas IT dan komunitas lainnya yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi.

3. Adanya peranan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi.

c. Smart Governance

    Smart governance merupakan bagian dari pada smart city yang dikhususkan untuk tata kelola pemerintahan. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mewujudkan tata kelola dan jalannya pemerintahan yang bersih, jujur, adil, dan demokrasi, serta kualitas dan kuantitas layanan publik yang lebih baik. Smart governance terdiri atas tiga bagian yaitu :

1. Keikutsertaan masyarakat dalam penentuan keputusan secara langsung maupun online. 

2. Peningkatan jumlah dan kualitas layanan publik. Implementasinya memanfaatkan teknologi informasi yang dapat dilakukan dengan cara penyediaan sistem informasi berbasis web dan mobile untuk pelayanan publik seperti pembuatan KTP, SIM dan lain-lain, penyediaan layanan administrasi keuangan atau pembayaran yang efektif, hemat waktu, dan otomatis seperti pembayaran listrik, air, adanya database yang terstruktur dan tertata dengan baik di dalam penyimpanan data serta informasi terkait dengan layanan publik.

3. Adanya transparansi di dalam pemerintahan, sehingga masyarakat menjadi tahu dan cerdas.

d. Smart Mobility

    Smart mobility merupakan bagian dari smart city yang dikhususkan pada transportasi dan mobilitas masyarakat. Pada smart mobility ini terdapat proses transportasi dan mobilitas yang smart, sehingga diharapkan dapat tercipta layanan publik untuk transportasi dan mobilitas yang lebih baik serta menghapus permasalahan umum di dalam transportasi, seperti macet, pelanggaran lalu lintas, polusi dan lain-lain.

e. Smart Environment

    Smart Environment merupakan bagian dari smart city yang dikhususkan bagaimana cara menciptakan lingkungan yang pintar. Kriteria penilaian disini mencakup proses keberlangsungan dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik. Untuk mewujudkan smart environment perlu adanya beragam terapan aplikasi dan komputer dalam bentuk sensor network, wireless sensor network, jaringan komputer, kecerdasan buatan, database sistem, mobile computing, sistem operasi, paralel computing, recognition (face recognition, image recognition), image processing, intellegence transport system, dan beragam teknologi lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup dan manusia itu sendiri.

f. Smart Living

    Untuk mewujudkan smart living, terdapat tiga buah sub bagian yang harus dipenuhi, diantaranya sebagai berikut:

1. Fasilitas pendidikan yang memadai bagi masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti penyediaan sarana internet gratis dan sehat (bebas dari konten pornografi, kekerasan, melalui sistem filtering/proxy), CCTV yang terpasang ditempat umum dan lalu lintas untuk menekan jumlah kriminalitas.

2. Penyediaan sarana, prasarana dan informasi terkait dengan potensi pariwisata daerah yang baik dan atraktif, memanfaatkan teknologi informasi seperti adanya sistem informasi geografis untuk pemetaan lokasi objek wisata, proses pemesanan tiket masuk dan kamar hotel secara online dan mobile.

3. Infrastruktur teknologi informasi yang memadai menjadikan semua fasilitas dan layanan publik dapat berjalan dengan baik melalui bantuan komputerisasi dan teknologi informasi seperti tersedianya komputer publik di tempat umum, tersedianya jaringan internet yang memadai, dan tersedianya tenaga IT/SDM yang kompeten.

Penerapan Smart City

    Menurut Holmes (2010), sebelum melakukan penerapan smart city terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu:

1. Pengembangan dan pemanfaatan arsitektur jaringan komputer. Pengembangan dan pemanfaatan arsitektur jaringan komputer seperti perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Hal yang sangat penting dalam upaya menerapkan smart city pada suatu negara, daerah, ataupun kota yaitu adanya koneksi jaringan komputer. Jaringan internet yang saling terkoneksi akan mempermudah segala aktivitas komunikasi, mulai dari transfer data, penyajian informasi, serta kemudahan dalam pelayanan publik.

2. Keterbukaan informasi serta stimulasi ekonomi dan keilmuan. Keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam penerapan konsep smart city. Semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi maka akan berbanding lurus dengan meningkatnya pengetahuan dan wawasan masyarakat dari sistem yang telah dirancang untuk mendidik masyarakat menjadi pintar. Kemudian dalam menerapkan konsep smart city diperlukan juga stimulasi di bidang ekonomi seperti menciptakan lahan bisnis berbasis online, menciptakan aplikasi-aplikasi yang mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti aplikasi transportasi online.

3. Pengembangan inovasi dan kreatifitas masyarakat. Pengembangan berbagai inovasi dalam bidang teknologi informasi yang baru membuat suatu negara, daerah, atau kota lebih mudah dalam menerapkan konsep smart city. Kreativitas masyarakat perlu ditingkatkan untuk menunjang penerapan konsep smart city. Hal ini dikarenakan output dari smart city adalah terciptanya pelayanan yang baik serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat, dengan ditingkatkannya kreativitas masyarakat maka akan berimplikasi pada pengembangan inovasi yang terus dilakukan dari ide-ide kreatif masyarakat.

4. Stimulasi terhadap sisi enterprise dan kewirausahaan. Syarat lain yang perlu diperhatikan dalam penerapan konsep smart city adalah dengan stimulasi dari sisi enterprise dan kewirausahaan. Salah satu metode stimulasinya adalah dengan memberikan modal kepada setiap usaha kecil menengah (UKM). Melalui pendidikan, selain menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi juga menumbuhkan mental-mental pengusaha kepada setiap peseta didiknya.

5. Tatanan pemerintahan yang lebih partisipatif dan demokrasi. Dalam menerapkan konsep smart city pemerintah diharapkan semakin terbuka dan lebih partisipatif terhadap aspirasi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mampu memperbaiki penerapan demokrasinya sehingga dengan menerapkan dua hal ini akan menghasilkan pemerintahan yang stabil. Pemerintahan yang stabil akan mempercepat konsep smart city dapat diwujudkan.

6. Keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ketiga aspek dalam penerapan konsep smart harus seimbang yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ketiga faktor tersebut akan mempermudah pengimplementasian konsep smart city. Metode untuk menyeimbangkan ketiga aspek tersebut adalah memanfaatkan kekuasaan untuk membuat regulasi yang mengarah kepada penyeimbang ketiga aspek tersebut.

Contoh Smart City di Indonesia

1. Taman Wi-Fi

    Taman Wi-Fi digunakan untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas para milenial Boyolali, khususnya pada bidang teknologi dan IT. Boyolali adalah kota kecil di Jawa Tengah yang ikut berpartisipasi dalam Gerakan 100 smart city di Indonesia. Saat ini melalui program smart city, pemerintah menargetkan pembangunan Wi-Fi di 22 desa. Apabila jaringan Wi-Fi dapat masuk ke pelosok-pelosok desa, semua orang pun memiliki kesempatan untuk terhubung ke internet.

2. JogjaBike

    Wisatawan dapat mengunjungi banyak tempat wisata populer di Yogyakarta dengan murah, mudah, dan praktis. Hal tersebut dilakukan dengan cara naik sepeda.

3. Matakota

    Surabaya memiliki aplikasi Matakota yang berfungsi sebagai media pelaporan warga. Tidak sekadar melapor, masyarakat dapat saling berbagi informasi tindak kriminal, bencana alam sampai informasi kemacetan. Aplikasi ini lebih terorganisasi meskipun hampir mirip dengan akun info cegatan. Jadi, warga Surabaya akan mendapatkan info terbaru tentang kejadian di sekitarnya. Apabila ada kemacetan parah, mereka pun bisa mengambil rute lain sehingga lebih cepat sampai tujuan.

4. Jaki Super-App: Bikin Hidup di Jakarta Makin Nyaman!  

    Pemprov Jakarta menghadirkan aplikasi Jaki Super-App untuk meningkatkan kualitas penduduknya. Aplikasi super ini dikembangkan untuk membuat kehidupan penduduk Jakarta makin mudah, aman, dan nyaman. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melakukan pelaporan masalah secara online (JakLapor), mengecek harga bahan pangan (JakPangan), mengecek pajak (JakPenda), dan masih ada fitur lainnya.

5. Media Social Mapping

    Aplikasi ini dapat digunakan untuk mendeteksi keluhan warga dari postingan sosial media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar